Briptu Rani Masuk Daftar Pencarian Orang - Tempo.co

Written By Warok Ponoragan on Kamis, 13 Juni 2013 | Kamis, Juni 13, 2013

TEMPO.CO, Surabaya - Aparat Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kepolisian Resor Mojokerto masih berupaya mencari keberadaan Brigadir Polisi Satu Rani Indah Yuni. Polisi wanita berparas cantik yang berdinas di Polres Mojokerto itu telah dinyatakan desersi sejak tiga bulan lalu.

"Dia masuk daftar pencarian orang dan sudah ada rekomendasi dari atasan agar dipecat lewat sidang kode etik. Kalau tidak ditemukan, Bidang Propam akan menggelar sidang in absentia," kata Kepala Sub-bidang Penerangan Masyarakat Polda Jawa Timur, Ajun Komisaris Suhartoyo, Sabtu, 8 Juni 2013.

Menurut Suhartoyo, Rani tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan. Polres Mojokerto, ujar dia, telah mengancam akan memberi sanksi, mulai teguran, teguran tertulis, penundaan kenaikan pangkat, dikurung 21 hari, sampai pemecatan.

Tapi alasan Rani membolos, seperti diungkapkan ibunya, Raya Boru Situmeang, kepada sejumlah media, karena yang bersangkutan merasa dilecehkan oleh perilaku atasannya, Kapolres Mojokerto Ajun Komisaris Besar Eko Puji Nugroho.

Rani, kata Raya, sering diperintah menemani tamu-tamu Eko ke tempat karaoke. Saat pergi ke tempat karaoke itu, Rani diminta mencopot seragam dinasnya dan menggantinya dengan baju biasa. Rani juga beberapa kali diperintah datang ke kantor oleh Kapolres Eko di luar jam tugas.

Karena merasa tak nyaman, Rani pernah menolak perintah atasannya itu. Namun belakangan foto-foto seronok Rani beredar di Internet. Menurut Raya, anak perempuannya itu pergi ke Jakarta untuk menenangkan diri lantaran merasa tertekan dan stres. Raya kemudian melaporkan Eko ke Propam Mabes Polri.

Suhartoyo menambahkan, berdasarkan keterangan Raya tersebut, Propam Polda Jawa Timur telah memanggil Eko untuk diambil keterangannya pada awal Mei lalu. Eko juga ditanya soal siapa pengunggah foto-foto syur Rani ke dunia maya.

Selain Eko, kata Suhartoyo, ada 12 polisi lain yang juga telah diambil keterangannya. "Tapi semua membantah keterangan ibunya Rani. Kapolres juga bilang, 'Goblok namanya kalau saya sampai berbuat seperti itu'," kata Suhartoyo.

Dihubungi terpisah, Eko enggan berkomentar banyak. Menurut mantan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya ini, dirinya dilarang berbicara masalah itu ke media. "Saya, kan, sebagai terlapor. Kasusnya sudah ditangani Propam Polda Jawa Timur," kata Eko.

KUKUH S WIBOWO | DAVID PRIYASIDARTA

Topik terhangat:
Tarif Baru KRL
| Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Membangkang | Ahmad Fathanah

Terpopuler
Profil Zakaria, Pemukul Pramugari Ada di Wikipedia

Kronologi Pemukulan Pramugari Sriwijaya Air

Wakil Gubernur Bujuk Damai Pramugari Sriwijaya Air

Pemukul Pramugari Sriwijaya Air Berusaha Lari

Petugas Perempuan KRL Dipukuli 5 Penumpang

Dasar Pramugari Larang Pakai Ponsel dalam Pesawat

15 Makanan untuk Mengecilkan Perut dan Pinggang

Pramugari Sriwijaya Air Sepupu Indra Bekti

3 Efek Nyalakan Ponsel dalam Pesawat

http://www.tempo.co/read/news/2013/06/08/058486656/Briptu-Rani-Masuk-Daftar-Pencarian-Orang

0 komentar:

Posting Komentar