Cerita Harga BBM Dunia Naik Turun Bak Roller Coaster

Written By Warok Ponoragan on Minggu, 23 Juni 2013 | Minggu, Juni 23, 2013

Cerita Harga BBM Dunia Naik Turun Bak Roller Coaster
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tanah air menuai gejolak di seluruh pelosok negeri. Kebanyakan penduduk Indonesia menolak kebijakan tersebut meski pemerintah menjanjikan kompensasi bagi masyarakat golongan bawah.
Sebenarnya bukan hanya Indonesia, tapi berbagai negara lain pun pernah menjadi saksi betapa fluktuatifnya harga BBM selama bertahun-tahun.
Seperti dilansir dari laman Caltex.com, Sabtu (22/6/2013), dalam jangka panjang, faktor paling hebat yang mempengaruhi harga-harga BBM adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk minyak mentah.
Meski begitu, dorongan, persaingan, pasokan, dan permintaan pasar dapat berdampak signifikan pada harga BBM jangka pendek.
Jadi apa sebenarnya yang membuat harga BBM turun dan naik?. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga BBM di berbagai negeri:
1. Harga Minyak Mentah
Selama beberapa tahun terakhir, harga minyak mentah terus naik secara luar biasa. Hal tersebut disebabkan kuatnya permintaan global, terbatasnya kapasitas produksi minyak, dan berlanjutnya ketidakstabilan politk di beberapa wilayah produsen minyak tertentu seperti Timur Tengah.
Karena harga minyak mentah berdampak paling signifikan pada harga rata-rata BBM di jangka panjang dan mempengaruhi 50% harga ritel BBM, maka tak heran jika harga rata-rata BBM saat ini cukup tinggi.
2. Meningkatnya Permintaan Energi Internasional
Lonjakan permintaan minyak mentah biasanya akibat adanya penguatan pertumbuhan ekonomi khususnya di negara yang bukan bagian dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Proyek-proyek Energy Information Adminsitration yang menjumlahkan konsumsi energi dunia diperkirakan meningkat sebanya 44% dari 2006 hingga 2060.
Ekspansi ekonomi global mendorong apa yang pernah disampaikan Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) tentang peningkatan paling besar untuk permintaan minyak dalam 24 tahun.
Khususnya, konsumsi energi di negara-negara berkembang yang bukan anggota OECD diperkirakan meningkat 73% dari 2006 hingga 2030.
Penyebab utama dibalik cepatnya laju permintaan energi di negara-negara tersebut adalah menguatnya pertumbuhan growth domestic product (GDP) jangka panjang.
3. Ketidakpastian Pasokan Minyak Menekan Harga BBM
Minyak mentah disuling untuk menghasilkan bensin dan solar. Selama ini, faktor utama yang mempengaruhi harga BBM adalah biaya pengolahan minyak mentah.
Meski begitu, kelangkaan kilang minyak untuk mengolah minyak mentah akan menempatkan penduduk dunia dalam situasi unik dimana harga minyak mentah bisa sangat murah tapi harga hasil olahannya bisa selangit.
Pasokan tetap stabil. Sejumlah faktor lain juga meningkatkan ketidakpastian pasokan. Dan jika pada waktu bersamaan, jumlah permintaan meningkat, maka harga BBM akan semakin tertekan.
Kestabilan politik di wilayah-wilayah produsen minyak biasanya berdampak pada harga minyak mentah seperti halnya situasi politik di Timur Tengah yang menjadi kekhawatiran global.
4. Pajak
Pajak merupakan komponen faktor yang secara signifikan mempengaruhi harga setiap liter bahan bakar. Namun harga antar produknya bervariasi dari satu negara ke negara lain yang dioperasikan Caltex.
5. Faktor-faktor lain
Selain harga minyak mentah, kondisi pasar yang meliputi permintaan, pasokan, persaingan, dan peraturan pemerintah didalamya, juga turut mempengaruhi harga BBM di berbagai negara. Situasi pasar ini hanya berdampak pendek.
Selain itu, kelangkaan pasokan juga bisa menyebabkan tekanan harga naik dan berakibat pada penghentian operasi kilang minyak, masalah-masalah pipa dan peningkatan permintaan tak terduga.
Faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi harga BBM, termasuk valuta asing, lokasi geografis dan kompetisi lokal. (Nur)
http://bisnis.liputan6.com/read/619472/cerita-harga-bbm-dunia-naik-turun-bak-roller-coaster

0 komentar:

Posting Komentar