Jembatan Cinta, Kenangan Paling Indah dari Pulau Tidung - Detikcom

Written By Warok Ponoragan on Senin, 03 Juni 2013 | Senin, Juni 03, 2013

detikTravel Community - 

Berada di lepas laut Jakarta, Pulau Tidung terkenal dengan pasir putih dan laut biru yang cantik. Tak hanya itu, pulau ini juga punya Jembatan Cinta yang terkenal. Jembatan ini akan memberikan Anda pengalaman paling indah. Apa itu?

Pulau Tidung termasuk dalam wilayah Kepulauan Seribu.Bagi traveler asal Jakarta, pulau ini menyuguhkan panorama terumbu karang , lautan biru, serta pantai berpasir putih. Yang paling spesial dari Pulau Tidung, adalah Jembatan Cinta!

Sabtu 14 Juli tahun lalu, saya melakukan perjalanan backpacker ke Pulau Tidung. Ditemani seorang kawan, kami berangkat pada pukul 06.00 WIB menuju Pelabuhan Muara Angke. Perjalanan ditempuh sekitar 1 jam dari tempat kami di Kalideres.

Sampai di Dermaga, suasana penuh sesak calon pengunjung yang ingin mendatangi Pulau Pramuka dan Pulau Tidung sudah terasa. Maklum, saat itu kapal hanya mengangkut penumpang pada jam tertentu, yaitu pukul 07.00 WIB, 10.00 WIB dan pukul 13.00 WIB.

Dermaga Muara Angke ini melayani beberapa rute untuk menyeberang ke pulau-pulau Kepulauan Seribu, yaitu ke Pulau Bira, Pulau Pramuka, Pulau Tidung dan beberapa Pulau lainnya. Dengan rata-rata harga tiket Kapal Rp. 35.000.

Para pengunjung rata-rata menggunakan jasa Travel, semua keperluan dari menginap dan kapal sudah dipesan oleh agen. Jika Anda hanya backpacker biasa dan berjumlah tidak banyak seperti kami, ada baiknya langsung masuk menuju dermaga tempat kapal bersandar. Cara ini lebih baik untuk langsung negoisasi dengan pemilik Kapal.

Setelah Negoisasi alot, akhirnya Tepat pukul 07.00 WIB Kapal yang mengangkut kami berangkat meninggalkan Dermaga. Bau pengat dan warna hitam di Muara Angke ini berangsur-angsur berubah menjadi biru dan bersih, ketika kapal sudah berjalan sekitar 30 menit.

Ombak pun mulai mengombang-ambingkan kapal dengan muatan penumpang sekitar 200 orang dari berbagai kalangan. Tips untuk Anda yang mabok laut, ada baiknya meminum obat anti mabok sebelum berangkat. Sebab, perjalanan menuju Pulau Tidung ini menempuh waktu kurang lebih 3 jam.

Sepanjang perjalanan, kami melewati beberapa Pulau yang indah. Ada Pulau Bidadari, Pulau Ounrust, Pulau Khayangan, Pulau Untung Jawa, Pulau cipir, Pulau Rambut dan banyak pulau lainnya.

3 Jam berlalu, rasa mual dan pusing mulai terobati ketika melihat jembatan yang menghubungkan Pulau Tidung kecil dan besar terlihat. Nah, itu dia Jembatan Cinta yang seolah menyambut traveler setibanya di Pulau Tidung. Jembatan Cinta dikenal sebagai maskotnya Pulau Tidung

Setelah kapal Bersandar, tidak ada tiket masuk yang dikenakan ketika pertama kali kaki kami menginjakkan di pintu masuknya. Tidak pakai waktu lama, tujuan pertama kami adalah Jembatan Cinta yang berada paling ujung dari tempat Kapal bersandar.

Untuk menuju Jembatan Cinta, traveler bisa menggunakan jasa ojek atau sewa Sepeda. Tetapi, kami memutuskan untuk jalan kaki agar bisa melihat keindahan pantai dan mengukur berapa jauh jarak perjalanannya.

Sepanjang jalan dari Dermaga menuju Jembatan Cinta, kami melihat banyaknya penginapan berdampingan dengan rumah warga. Ada juga sebagian rumah warga dijadikan penginapan. Melewati rumah warga, kami melihat hamparan pohon kelapa di kanan dan kiri jalan.

Usai melewati suatu sekolah SMK, kami melihat gapura dengan tulisan 'selamat datang di Jembatan Cinta'. Tidak ada tiket masuk yang dikenakan setelah melewati Gapura. Tidak jauh dari Gapura sebagai pintu masuknya, mata kami langsung memandang  Jembatan Cinta.

Untuk memulai perjalanan ke Jembatan ini, kita harus melewati Jembatan seperti gerbang masuk untuk Kapal. Di gerbang inilah tempat paling menarik untuk meloncat menguji seberapa berani kita terjun bebas ke dalam air laut. Jadi tidak heran, kalau tempat ini paling banyak dikerumuni orang antre untuk loncat ke bawah. Kapan lagi dpat pengalaman loncat dari jembatan

Di kawasan Jembatan Cinta ini juga terdapat penyewaan pelampung, peralatan snorkeling, banana Boat dan yang lainnya. Untuk Anda yang tidak mau mandi, bisa menyusuri panjangnya Jembatan Cinta untuk menuju ke Pulau Tidung Kecil.

Jembatan ini sangat bagus untuk digunakan kegiatan memotret, maka tidak heran menjelang terbenam matahari akan banyak orang berjejer di sini untuk mengabadikan Sunseat. Cukup pantas kalau Jembatan ini di beri nama Jembatan Cinta, karena bentuknya indah memanjang dan suasananya sangat romantis.

Pengalaman menarik dari Pulau Tidung menjadi kenangan indah tidak terlupakan, sekaligus menambahkan deretan rute perjalanan yang telah saya lalui. Akhirnya kami pulang dengan senyum indah di bibir walaupun belum puas menelusuri dan mencoba semua yang ada di Pulau ini.

Tetapi, suatu saat kami berdua berjanji untuk datang kembali dengan membawa teman lebih banyak. Agar mereka dapat merasakan apa yang kami lakukan di Pulau Tidung. Pukul 13.30 WIB perahu membawa kami untuk kembali ke Muara Angke, perasaan letih tidak kami rasakan.

Akhirnya pukul 16.30 Kapal bersandar di Dermaga Muara Angke, yang artinya mimpi indah dari Pulau Tidung tinggal kenangan. Semoga Pulau Tidung tetap terjaga kebersihan dan keramahan penduduknya.

Tips untuk Anda yang ingin berangkat ke Pulau Tidung, ada baiknya menggunakan jasa travel agen. Tidak sulit untuk mencarinya, karena sekarang banyak agen travel yang bisa dicari di internet. Kelebihan dari Travel ini akan memudahkan Anda dari sewa kapal, penginapan, snorkeling, dan banana boat.

http://travel.detik.com/read/2013/06/02/143500/2067502/1025/jembatan-cinta-kenangan-paling-indah-dari-pulau-tidung?991104topnews

0 komentar:

Posting Komentar