Buruh Tuntut Pemerintah Serius Perbaiki Nasib Mereka - VOA Indonesia

Written By Warok Ponoragan on Rabu, 01 Mei 2013 | Rabu, Mei 01, 2013

x

Demonstrasi memperingati Hari Buruh Sedunia di Solo, Jawa Tengah. (VOA/Yudha Satriawan)
Demonstrasi memperingati Hari Buruh Sedunia di Solo, Jawa Tengah. (VOA/Yudha Satriawan)
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ruslan Irianto Simbolon menyatakan, berbagai masalah ketenagakerjaan seperti tuntutan penghapusan alih daya (outsourcing), upah dan pelaksanaan jaminan sosial menjadi perhatian utama pemerintah.

Pemerintah, kata Ruslan, berusaha mencari solusi yang bisa diterima semua pihak baik itu pengusaha maupun buruh. Terkait jaminan kesehatan, pemerintah kata Ruslan masih membahas soal masalah tersebut.

“Keluhan-keluhan pekerja buruh, kami telah sepakat untuk diadakan perubahan-perubahan, pembahasan-pembahasan yang penting bagimana kita sama-sama membangun hubungan industrial yang harmonis,” ujarnya.

Aksi unjuk rasa buruh memperingati Hari Buruh Sedunia juga berlangsung di beberapa daerah seperti Surabaya, Medan dan Makasar.

Di Solo, Jawa Tengah, sekitar 600 buruh dari berbagai perusahaan mendatangi Balai Kota Solo menuntut upah layak, penghapusan sistem kontrak, dan rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar.

Juru bicara aksi ratusan buruh di Solo tersebut, Endang Setyowati yang juga ketua DPC Serikat Buruh Indonesia 92 Solo, mengatakan Kenaikan harga BBM akan memicu tingginya biaya operasional perusahaan dan berdampak pemecatan buruh besar-besaran. Belum lagi, tambah Endang, harga kebutuhan pokok akan melonjak jika rencana tersebut diberlakukan.

Walikota Solo, Hadi Rudaytmo mengatakan nasib buruh akan selalu diperjuangkan pemerintah dan pemerintah kota Solo selalu siap memfasilitasi dan melakukan mediasi sengketa antara pengusaha dan buruh yang terjadi.

http://www.voaindonesia.com/content/buruh-tuntut-pemerintah-serius-perbaiki-nasib-mereka/1652215.html

0 komentar:

Posting Komentar