Peluang Selamat Pasien Jantung Lebih Besar Jika Masuk RS di ... - Detikcom

Written By Warok Ponoragan on Senin, 27 Mei 2013 | Senin, Mei 27, 2013

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook

Jakarta, Serangan jantung sering datang dengan tiba-tiba. Tidak ada yang tahu persis kapankah seseorang akan mengalami serangan ini. Tapi apabila mengalami serangan jantung, kemungkinan seorang pasien untuk selamat akan lebih besar jika terjadi di hari Senin atau pada pagi hari.

Sebuah penelitian menemukan bahwa pasien gagal jantung berpeluang lebih besar untuk bertahan hidup jika segera dibawa ke rumah sakit pada hari Senin atau pagi hari. Sebaliknya, angka kematian pasien gagal jantung mencapai puncaknya di bulan Januari, hari Jumat dan pada malam hari.

Dalam pertemuan tahunan Heart Failure Association of the European Society of Cardiology di Portugal, peneliti memaparkan bahwa pasien yang dirawat tepat sebelum akhir pekan dan pada tengah malam mendapat penanganan lebih buruk atau akan mendekam lebih lama di rumah sakit.

"Jumlah staf dapat berkontribusi terhadap temuan ini. Dokter dan rumah sakit perlu lebih waspada selama masa risiko tinggi dan memastikan bahwa sumber daya yang ada cukup memadai untuk memenuhi permintaan," kata peneliti, dr David Kao dari University of Colorado School of Medicine seperti dilansir Healthday, Senin (26/5/2013).

Sebelum sampai pada kesimpulan ini, dr Kao meneliti data dari 900.000 orang lebih pasien gagal jantung kongestif, yaitu kondisi di mana jantung tidak dapat memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh. Kesemua pasien dirawat di rumah sakit di New York pada tahun 1994 - 2007.

Variabel jam, hari dan bulan penerimaan pasien yang terkait dengan tingkat kematian dan lamanya waktu yang dihabiskan di rumah sakit dianalisis. Para pasien mengaku bahwa mereka yang masuk pada jam 6 pagi dan siang hari bernasib lebih baik ketimbang pasien yang masuk di malam hari.

Walaupun demikian, peneliti menemukan bahwa tingkat kematian dan lamanya perawatan di rumah sakit pada pasien jantung sudah menurun. Tak hanya itu, peneliti juga menemukan bahwa lonjakan kasus serangan jantung pada bulan tertentu tidak ada kaitannya dengan penyalahgunaan narkoba maupun alkohol.

"Temuan ini mengkonfirmasi bahwa ada penurunan besar dalam angka kematian di rumah sakit untuk gagal jantung selama 14 atau 15 tahun terakhir, setelah ada kemajuan besar dalam terapi," kata Kao.

Dr Kao menambahkan, pasien juga sebaiknya menyadari bahwa penyakitnya tidak akan stabil terus. Banyak orang enggan pergi ke rumah sakit selama liburan karena permintaan keluarga dan adanya keinginan pribadi untuk tetap tinggal di rumah. Namun hal ini dapat menempatkan dirinya sendiri dalam bahaya.

(pah/up)

http://health.detik.com/read/2013/05/27/065531/2256267/763/peluang-selamat-pasien-jantung-lebih-besar-jika-masuk-rs-di-pagi-hari?991104topnews

0 komentar:

Posting Komentar