Menanti Keajaiban dari Kaum Muda - BeritaSatu

Written By Warok Ponoragan on Rabu, 19 Juni 2013 | Rabu, Juni 19, 2013

Generasi yang unggul, memiliki integritas, dan tertanam jiwa nasionalisme yang kuat, sepertinya menjadi impian dan harapan di benak semua orang dalam menerjemahkan generasi muda yang dinanti-nantikan untuk perubahan bangsa dan negara ini. Kenyataanya, sudah puluhan tahun Indonesia menantikan generasi muda yang pantang menyerah dan tidak mudah gentar untuk angkat suara dalam dunia politik. Pertanyaanya, adakah generasi yang disebut-sebut sebagai angkatan emas tersebut? Atau itu semua hanyalah dongeng belaka?

Saat ini, masih ada kesan politik selalu dikaitkan dengan sekelompok orang yang diisi oleh sesepuh, orang tua, dewasa, dan terkesan tidak memberi tempat spesial kepada generasi muda. Pemahaman ini terlihat tertanam kuat di masa Orde baru yang menunjukkan secara tegas bahwa politik dianggap sangat sakral dan sulit disentuh semua orang.

Dilihat dari sejarah, pengetahuan politik menjadi tabu dikonsumsi, dimulai pada masa Orde Baru. Pembatasan ini menunjukkan upaya pemerintah untuk melakukan pembodohan politiik. Sedihnya, saat ini masyarakat pun belum memiliki kedewasaan secara politik. Belum terlambat untuk sadar politik, namun butuh waktu yang tidak singkat dan tidak seperti membalikkan telapak tangan dalam mewujudkan masyarakat cerdas dalam politik.

Masyarakat memiliki pemahaman yang salah dalam mengartikan politik, sehingga persepsi negatif yang selalu timbul jika politik menjadi topik pembahasan. Hal ini menunjukkan rendahnya pemahaman politik, sekaligus menjadi pertanda keyakinan masyarakat bahwa politik sering dianggap pantang dikonsumsi oleh generasi muda, karena masih dikaitkan dengan kekuasaan dalam merebut, kekuasaan mempertahankan, dan menjalankan kekuasaan.

Memperbaiki kondisi ini menjadi lebih rumit, jika generasi muda dianggap menjadi sosok menakutkan yang sewaktu-waktu dapat mengantikan posisi para sesepuh atau orang tua yang saat ini memiliki peran dan jabatan di dunia politik. Padahal, kompetisi ini menjadi indah, jika kesempatan itu diimbangi dengan semangat menghargai dan saling mengisi.

Generasi muda selalu dipinggirkan dan dianggap tidak tahu apa-apa alias anak baru lahir dan tidak pantas mengerti politik yang menjadi urusan orang tua selama ini. Menarik, jika ketakutan ini terus dibiarkan, karena sebagai bangsa yang selalu disebut-sebut bangsa besar, tetapi justru dipenuhi orang-orang yang paranoid akan kebangkitan generasi muda sebagai generasi pembawa perubahan.

Generasi muda adalah harapan bangsa. Kalimat itu hanya menjadi slogan semata. Lihat saja peran generasi muda dalam partisiapsi politik yang masih sangat rendah. Pencerdasan dan kesadaran politik nyaris tidak ditemukan, baik di dunia pendidikan maupun di masyarakat. Generasi emas harus belajar sendiri melalui organisasi kemahasiswaan atau organisasi sosial yang ada untuk perlahan-lahan paham dan sadar akan politik, walupun tidak menjamin mereka sadar dan paham politik.

Wajar saja jika generasi muda menjadi malas dan enggan berpolitik, karena kesan buruk lebih besar dibanding kesan baik. Seolah hanya tawaran kepentingan dan kekuasaan yang lahir dari politik. Saat ini banyak lahir generasi yang menunjukkan kekesalan dan kebencian terhadap politik yang jahat. Namun haruskah kondisi ini terus berjalan?.

Lahirnya kaum muda sadar plitik menjadi bentuk kebangkitan utama yang harus dilahirkan di setiap daerah di Indonesia. Kaya akan seni dan budaya, sepatutnya menjadi alasan bahwa keanekaragaman ini menjadi pendorong semangat semua orang membantu melahirkan dan memberikan kesempatan sebesar-besarnya bagi pemuda-pemudi Indonesia dalam membangun negara dengan sadar politik.

Lahirnya Tokoh Muda
Sejumlah nama dari kaum muda, akhir-akhir ini mencuat di bursa calon presiden. Nama Gita Wirjawan dan Anies Baswedan muncul dan disebut-sebut sebagai kandidat yang akan bersaing dalam bursa persaingan Pemilihan Presidan dan Wakil Presiden pada 2014. Semoga bukan khayalan dan tidak berelebihan, jika ini dianggap sebuah pertanda baik dalam hal kemajuan tokoh muda. Tidak hanya menginspirasi generasi muda, namun menjadi bentuk penghargaan kepada sang muda agar bisa menunjukkan intergritasnya.

Ramalan akan kepemimpinan dan nasional kancah dunia perpolitikan akan dipegang oleh tokoh muda sayup-sayup terdengar jelang Pemilu 2014. Meski belum ada kepastian mampukah para tokoh muda itu menyaingi para sesepuhnya, setidaknya ada upaya memperbaiki bangsa melalui tangan-tangan muda.

Harapan dan Solusi
Ketika negeri ini dipenuhi dengan rasa menghargai dan mencintai, jelas menjadi pendorong semangat untuk lahirnya sebuah kebangkitan besar. Harapan kemajuan dan kebangkitan tidak layak hanya disebut sebuah impian, namun menjadi keharusan dan kenyataan.

Pencerdasan secara politik sehingga membuat masyarakat, khususnya generasi muda, lebih sadar politik menjadi syarat penentu. Alergi politik harus dihapus, minimal diobati, atau perlahan-lahan diterapi agar tidak menjadi penyakit yang menggerogoti bangsa ini.

Semboyan yang muda yang berkreasi menjadi awal yang baik dalam menerjemahkan kebangkitan di negeri ini. Masyarakat mendorong semua orang paham dan sadar politik, khususnya generasi muda, sehingga membentuk sebuah kekuatan yang perlahan-lahan bisa mengubah persepsi buruk terhadap politik.

Alangkah indah jika pendidikan politik sudah mulai disisipkan di dunia pendidikan. Minimal di perguruan tinggi. Para akademisi memberikan semangat positif , bukan dengan cara yang kaku dan tidak membumi sehingga mendorong keinginan mahasiswanya memahami politik dalam konteks yang lebih luas dan benar, bukan diterjemahkan sepenggal-sepenggal.

Partai politik sudah sepatutnya juga ikut berperan serta dalam mencerdaskan bangsa .Tidak hanya sibuk mengejar keuntungan di musim-musim pemilu dengan mendulang suara agar dipilih sebagai partai berkuasa, namun juga mencerdaskan masyarakat khususnya generasi muda.

Media sepatutnya bukan menjadi kendaraan politik bagi kepentingan partai politik. Media menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat, termasuk pendidik politik, sehingga bisa membuka mata dab hati masyarakat, serta generasi muda untuk lebih memahami pentingnya kesadaran politik guna membangun bangsa dan negara. Setidaknya dengan pendidikan politik, perlahan-lahan kita mengubah wajah demokrasi di negeri ini, meski perlahan tapi pasti. Biarlah semua indah pada waktunya. Semoga.

http://www.beritasatu.com/blog/nasional-internasional/2582-menanti-keajaiban-dari-kaum-muda.html

0 komentar:

Posting Komentar